<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.8.6" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Rujak Kata</title>
	<link>http://rujakkata.com</link>
	<description>Kala Kata Berjumpa Makna</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Mar 2010 03:57:26 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />

	<item>
		<title>Kesibukan Mematikan Ketersegeraan</title>
		<description>
Dunia memang selalu menggoda, isinya penuh dengan hamparan perwujudan cara bagaimana memuaskan ambisi di dada. Dunia selalu penuh dengan warna yang menghadirkan pencitraan-pencitraan berbeda. Manusia sebagai anggota didalamnya pun memiliki peran besar dalam kehidupan di dunia. Hal ini terkait dengan untuk apa dirinya diciptakan, dan apa yang semestinya dilakukan di ...</description>
		<link>http://rujakkata.com/2010/03/03/kesibukan-mematikan-ketersegeraan.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Ada Menunggu Dikala Rindu</title>
		<description>

Aku suka mati karena rindu kepada Rabb. Aku suka fakir (miskin) karena tawadhu’ kepada Rabb. Dan aku suka sakit karena itu bisa menghapus kesalahanku. (Hilyatul Auliya : 1/217)

Perkataan tadi keluar dari seorang shahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia. Abu Darda. Salah seorsang sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ...</description>
		<link>http://rujakkata.com/2010/03/03/ada-menunggu-dikala-rindu.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kelak, Jangan Salahkan Kami!</title>
		<description>
Masa senantiasa berganti dan menunjukkan selalu ada orang-orang yang mengisinya. Periode waktu menunjukkan bahwa adakalanya masa lampau dan ada pula masa yang datang. Kehidupan menyilihkan pergantian bagai siang menggeser malam. Islam, sebuah agama yang mulia dan tak ada yang mampu menandingi kemuliaannya. Islam senantiasa tetap akan ada hingga akhir jaman ...</description>
		<link>http://rujakkata.com/2009/12/22/kelak-jangan-salahkan-kami.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Awalnya Lurus, Lalu Mencong.</title>
		<description>
Dinamika kehidupan acapkali bersesuaian dengan perkembangan zaman. Dari masa ke masa selalu berubah-ubah tak pernah statis sisi lain kehidupan manusia. Segala sesuatu bisa menjadi dalih pembolehan dan pelarangan kala sendi tolok ukurnya bukan lagi dengan neraca syariat agama Islam yang mulia. Kebenaran semakin menjadi rancu, adakalanya kebenaran tertutup membisu karena ...</description>
		<link>http://rujakkata.com/2009/12/21/awalnya-lurus-lalu-mencong.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Habis Galau Terbitlah Tenang</title>
		<description>
Ia berkata, mari mengobrol, aku jawab tidak, Allah dan Islam enggan memenuhi ajakanmu
Tidakkah engkau melihat Muhammad dan pasukannya, menaklukkan Mekkah di hari berhala-berhala dihancurkan
Sungguh aku melihat agama Allah menjadi sangat jelas, sedangkan kesyirikan tertutup oleh kegelapan-kegelapan.
Begitulah bunyi syair yang dikutip dalam kitab monumental Al Bidayah wa An Nihayah (IV:352) milik ...</description>
		<link>http://rujakkata.com/2009/11/16/habis-galau-terbitlah-tenang.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Sekalipun Awalnya Keterpaksaan</title>
		<description>

Ada banyak hal yang menjadikan seseorang dapat mendapatkan hidayah kedalam dirinya secara umum. Memang selalu ada saja pelajaran yang dapat diambil dari kisah perjalanan orang-orang sebelum kita. Tentang romansa cinta, jejak kebahagiaan, ataupun semangat-semangat menyala penuh keberanian. Semestinya kisah-kisah tersebut dapat menjadi kaca spion terbaik bagi diri kita. Untuk menyamaratakan ...</description>
		<link>http://rujakkata.com/2009/11/12/sekalipun-awalnya-keterpaksaan.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Berbakti Kepadanya</title>
		<description>Bismillahirrahmanirrahim…

 
Dari Abu Hurairah radhiyallohu’anhu dikisahkan, Rasululloh Shalallohu’Alaihi Wassalam pernah ditanya oleh seseorang yang ketika itu datang kepada beliau, “Ya Rosululloh..siapakah manusia yang berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari ku?”. Dan Rosululloh menjawab, “Ibumu…”. Orang tersebut kemudian bertanya lagi, “Siapa lagi ya Rosul?”. Rosul menjawab, “Ibumu..”. “Kemudian siapa lagi ya Rosul?”. ...</description>
		<link>http://rujakkata.com/2009/11/10/berbakti-kepadanya.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Perubahan Selalu Membutuhkan Bimbingan</title>
		<description>

Rumaisha’, Ummu Sulaim binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin ‘Ady bin Najjar al-Anshariyyah al-Khazrajiyyah. Seorang wanita Bani Khazraj yang masuk Islam di awal-awal. Parasnya yang cantik dan akhlaknya yang baik mendorong para pria di masanya memperebutkan dirinya untuk memperistri. Ia menikah ...</description>
		<link>http://rujakkata.com/2009/11/09/perubahan-selalu-membutuhkan-bimbingan.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Meniti Gerbang Hidayah</title>
		<description>

Hidayah, bukan kata tanpa makna. Justru darisanalah semua keindahan bermulai jumpa. Hidayah menemukan antara penantian dan perjalanan usaha yang dijalani seseorang. Hidayah senantiasa mengakrabi hati tiap hamba datang dan pergi silih berganti siapapun dia. Sejatinya hidayah sesuai dengan arti katanya adalah menunjukkan kepada sesuatu. Ibnul Qayyim menegasikan bahwasanya hidayah adalah ...</description>
		<link>http://rujakkata.com/2009/11/07/meniti-gerbang-hidayah.html</link>
			</item>
</channel>
</rss>
